Dalam Catatan arloji tua..
Yang setiap desah kujaga...
Dan kuperbaharui...
Dan saat ketika kugambarkan lelaki dalam pasungan sepi...
Tetapi Bukan hanya arloji itu yang tua..
usiaku pun semakin rabun tuk melukis wajahmu..
Dilekukan langit dibawah lengkung pelangi..
Hingga menjadi siluet mimpi...
Dalam kerinduan yang panjang..
Lihatlah ragaku kian menggigil..
Demam semakin tinggi yang tak berkesudahan..
Bergumul dalam fatamorgana..
Tentang Bayangan lelaki sepi
yang memicu arloji dan aku tanpa rambu...semakin menepi dalam ilusi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar